Blog

Penerjemahan Buku untuk Memperbanyak Judul yang Bagus dengan Cepat

Penerjemahan Buku

Salah satu kendala perkembangan perbukuan di Indonesia ialah kurangnya naskah yang layak diterbitkan. Jika hal tersebut ditelusur lebih lanjut, konon kurangnya naskah itu disebabkan oleh kurangnya pengarang yang mau dan mampu menulis naskah untuk diterbitkan. Selanjutnya kurangnya pengarang yang mampu dan mau menulis itu karena belum maraknya dunia perbukuan kita, sehingga royalti yang didapat tidak besar, karena kurangnya masyarakat membeli dan membaca buku.

Jumlah judul buku buku baru yang diterbitkan di Indonesia menurut beberapa perkiraan, hanya sekitar 3000 sampai 4000 judul dalam setahun. Jumlah itu dianggap rendah, dibandingkan dengan jumlah judul yang terbit di negara‑negara tetangga; jangan dibandingkan dengan di negara maju. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah. judul tersebut, di antaranya menerjemahkan buku‑buku luar negeri.

Mengapa penerjemahan buku merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan naskah yang bagus, indah, mudah, murah, cepat, dan sah?

Bagus, karena kita dapat memilih dari ribuan judul buku bagus yang sudah  diterbitkan di negara lain. Subjeknya sangat beragam, cara penyajiannya pun bermacam‑macam, tingkat pembaca sasarannya dapat kita pilih. Kita pun dapat mengetahui bahwa buku-buku tersebut sudah  banyak diterjemahkan  ke dalam bahasa lain, dan telah banyak terjual. Hal tersebut memberi petunjuk bahwa buku itu bagus.

Indah, karena kita dapat melihat buku asli secara fisik: sampulnya, bentuknya, tata rupanya, tata letaknya, ilustrasinya, cara penjilidannya. Biasanya, jika telah diperoleh izin penerjemahan dari penerbit asli, kita diperkenankan untuk menerbitkan buku tersebut dengan bentuk dan tata rupa yang sama, dengan sampul dan ilustrasi indah seperti buku aslinya.

Mudah, sebab pada umumnya prosedur pemilihan judul, permohonan izin hak cipta, negosiasi besar dan cara pembayaran royalti, dapat dilakukan melalui surat, fax, e‑mail, bahkan dapat lebih cepat, bila Kita bertemu langsung di suatu pameran buku intemasional..

Murah, karena persyaratan besamya royalti yang berkisar antara 5 hingga 10% dari harga eceran buku terjemahan yang kita terbitkan, tidak terlalu banyak berbeda dengan royalti untuk pengarang asli sekitar 10 sampai 15% dari harga buku eceran setelah dikurangi rabat untuk toko buku, yang biasa berlaku di Indonesia.

Cepat, dibandingkan dengan bila Kita  memesan naskah baru dari pengarang Kita  sendiri.

Sah, karena kita mendapatkan izin resmi dari pengarang atau penerbit aslinya. Bila Kita  menerjemahkan tanpa izin, ada kemungkinan di kemudian hari akan mendapat kesulitan, selain dari penerbit Indonesia yang mendapat izin, juga kesukaran dalam pergaulan penerbitan intemasional, bila kita akan lebih banyak menerjemahkan, atau menawarkan buku‑buku Kita untuk diterjemahkan di luar negeri.

PERTIMBANGAN LAIN

Apakah buku terjemahan dipesan oleh Proyek Inpres Bacaan Murid Sekolah Dasar, atau dibeli oleh proyek‑proyek pengadaan buku oleh pemerintah/Departemen atau Dinas Pendidikan? Banyak yang telah dipesan, terutama setelah ada ‘keluhan’ sebagian besar buku yang dipesan adalah buku‑buku cerita ‘khotbah’ yang dipaksakan. Kini ada kecenderungan peningkatan pemesanan buku‑buku sumber/acuan, ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, dan buku‑buku nonfiksi lainnya.

Di masyarakat dan dunia pendidikan kita sering mendengar anjuran atau ajakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cara yang penting untuk upaya tersebut adalah melalui buku. Untuk menerbitkan buku kita memerlukan naskah yang baik serta disajikan secara menarik. Penerbit‑penerbit luar negeri sudah banyak menerbitkan buku‑buku sains dan teknologi yang bagus dan menarik. Pemerolehan naskah yang baik dan menarik dapat dipercepat dengan menerjemahkan buku‑buku yang jelas sudah bagus dan indah, yang pernah diterbitkan.

Kita merasakan kekurangan buku‑buku acuan atau pelengkap buku pelajaran untuk sekolah dasar dan menengah. Para penulis kita sendiri masih langka yang menyusun buku informasi/pengetahuan. Suatu saat, pernah pesanan buku Proyek Inpres sebagian besar judulnya buku‑buku fiksi, rekaan, padahal kita juga banyak memerlukan buku nonfiksi. Untuk memperoleh naskah buku‑buku penunjang buku pelajaran tersebut, penerjemahan buku luar negeri merupakan pilihan yang balk.

Kami mendengar sangat sedikit penerbit anggota IKAPI luar Jakarta yang ikut dalam Pesta Buku Anak yang sudah  beberapa kali diadakan di Jakarta. Hal ini bukan karena tidak banyak penerbit yang menerbitkan buku anak‑anak, tetapi karena buku yang diterbitkan sebagian besar ditujukan untuk Proyek Inpres Bacaan Murid Sekolah Dasar, yang kurang laku di pasar umum, sehingga penerbitnya pun'”sungkan’ muncul di arena pameran buku pasaran bebas. Mudah‑Mudahan dengan informasi peluang penerjemahan buku ini, lebih banyak penerbit yang tekun menerbitkan buku terjemahan, khususnya buku‑buku sains dan teknologi untuk anak‑anak.

Kita sulit mendapatkan naskah dan pengarang, baik buku fiksi maupun nonfiksi. Penerjemahan buku luar negeri yang dapat kita pilih dan telah terbukti jelas baik, indah, dan menarik, diharapkan dapat memperkaya khasanah buku kita, dan Mudah‑Mudahan di kemudian hari akan mendorong penulis; dan pengarang kita untuk berkreasi.

Mungkin yang penting juga diingat kembali: untuk mengembangkan dan meningkatkan minat baca, salah satu cara adalah mengembangkan minat, perhatian, keinginan berkenalan dengan dan membaca buku pada anak‑anak. Untuk mencapai upaya tersebut, diperlukan banyak sekali buku yang bagus dan menarik. Jadi, penerjemahan buku anak‑anak yang baik dan indah merupakan cara yang cepat.

OTW Masjid: Melangkah Menjemput Hidayah

MENDAPATKAN PENERBIT ASING

Kita dapat menemukan penerbit‑penerbit yang bukunya sudah  banyak diterjemahkan  ke dalam Bahasa Indonesia, dari buku‑buku yang sudah  beredar di pasar. Bila alamatnya tidak tercantum, kita dapat mecarinya dalam direktori penerbit, misainya penerbit-penerbit peserta Pameran Buku Frankfurt atau dari majalah‑majalah perbukuan luar negeri. Biasanya penerbit‑penerbit tersebut akan menyambut baik keinginan kita untuk menerjemahkan buku‑bukunya.

Mereka tidak terikat dengan satu penerbit saja dari suatu negara lain, jadi dapat saja buku mereka diterbitkan oleh penerbit yang berlainan di suatu negara. Akan tetapi, bila suatu judul sudah  diberikan kepada suatu penerbit, selayaknya mereka fidak memberikan izin kepada penerbit lain. Dapat juga kita minta informasi mengenai penerbit kepada perwakilan negara bersangkutan yang ada di Indonesia.

BAGAIMANA KITA MENDAPATKAN JUDUL UNTUK DITERJEMAHKAN?

Jenis buku apa pun, banyak tersedia. Judul dapat Kita  peroleh dari:

  • daftar atau katalog buku, yang dapat kita minta dari penerbit
  • pengamatan di toko buku yang menjual buku‑buku impor
  • perpustakaan lembaga‑lembaga kebudayaan negara asing
  • melihat stand negara‑negara asing di pameran buku intemasional IKAPI
  • majalah‑majalah buku seperti Publishers’ Weekly, British Book News
  • perpustakaan‑perpustakaan besar pemerintah maupun swasta
  • kunjungan ke pameran Frankfurt Bookfair, Bologna Bookfair, Pesta Buku

Malaysia, Singapore Bookfair, dan pameran‑pameran buku intemasional yang lain.

Banyak juga lembaga‑lembaga intemasional yang menerbitkan buku, seperti WHO, UNICEF, UNESCO, IRRI, ILO, dan LSM di negara‑negara maju, yang memberikan izin buku‑bukunya diterjemahkan, bahkan biasanya tidak meminta pembayaran royalti. Kita dapat meminta daftar atau katalog terbitan mereka.

Setelah mendapatkan judul buku dan alamat penerbitnya, langkah berikutnya ialah meminta contoh buku tersebut untuk kita pelajari dan dipertimbangkan. Biasanya penerbit‑penerbit asing mau mengirimkan contoh buku yang kita minta.

MENGUSAHAKAN IZIN PENERJEMAHAN

Jika kita sudah meneliti buku asli dan memutuskan untuk menerjemahkannya, barulah kita mengusahakan izin atau hak penerjemahan. Hal itu dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya melalui surat, lewat faximile atau e‑mail, bahkan mungkin melalui telepon. Lebih baik lagi, bila bertemu langsung, misalnya dalam pameran buku intemasional. Dengan cara apa pun, pada dasamya kita menyatakan bahwa kita berminat untuk menerjemahkan dan menerbitkan buku pilihan kita itu dan menanyakan syarat‑syaratnya.

Jika belum ada penerbit kita yang telah meminta atau mendapatkan izin teremahan buku tersebut, biasanya penerbit asing akan memberikan izin. Mereka akan mengajukan syarat, di antaranya besamya royalti yang harus kita bayar, dinyatakan dalam persentase dari harga eceran buku terjemahan kita. Persentase itu dapat berkisar antara 5 sampai 10 persen, bergantung pada bukunya. Mereka juga menanyakan tiras/oplag cetakan pertama serta perkiraan harga eceran buku terjemahan itu nanti.

Salah satu persyaratan yang lazim ialah kita diminta untuk membayar uang muka yang akan diperhitungkan dengan royalti hasil penjualan buku bila telah terbit Biasanya uang muka atau advance payment itu harus dibayar pada saat penandatanganan perjanjian izin penerjemahan Jumlah uang muka dapat dinegosiasikan. Setelah dicapai kesepakatan, dibuatlah Surat perjanjian atau Agreement sebagai pegangan bagi kedua belah pihak Segala hak dan kewajiban kedua pihak dicantumkan di dalamnya, dan tentu saja harus ditaati.

MENDAPATKAN PENERJEMAH

Setelah penandatanganan perjanjian, barulah kita mengusahakan penerjemahan. Mungkin salah satu “kesulitan’ dalam penerjemahan buku asing ialah menemukan penerjemah yang tepat. Yang tepat artinya yang menguasai benar bahasa sumber, mempunyai kemampuan menulis dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta mengetahui dan menguasai subjek atau materi buku yang akan diterjemahkan.

Pengalaman beberapa penerbit untuk mendapatkan penerjemah sangat beragam. Kebanyakan berdasarkan hubungan dengan kalangan perguruan tinggi, editor, atau penulis yang mempunyai kemampuan bahasa asing. Mungkin Kita dapat mengetahui orang‑orang yang mampu berbahasa asing dari lembaga‑lembaga kebudayaan negara bersangkutan, atau bahkan dari kedutaan besar mereka. Kita juga dapat mencari orang Indonesia yang menguasai bahasa asing “langka’. misainya bahasa Spanyol, Italia, dari perusahaan atau lembaga yang kita tahu mempunyai hubungan dengan negara tersebut.

Perlu dikumpulkan data mengenai penerjemah, baik mengenai penguasaan bahasa asingnya, maupun mengenai materi atau subjek yang dikuasainya. Beberapa penerbit asing mensyaratkan penerjemah dengan kualifikasi tinggi untuk menerjemahkan buku-buku mereka. Bahkan ada yang mengharuskan terjemahan mereka periksa dahulu, sebelum kita terbitkan. Namun untuk buku umum dan buku anak, penerjemah lebih mudah diperoleh.

Sebaiknya sebelum memberikan tugas kepada Penerjemah, penerbit ‘menguji’ Penerjemah, untuk mengetahui kemampuannya dalam bahasa asing, pengetahuan subjeknya, maupun kemampuan berbahasa Indonesianya. Penerjemah diminta menerjemahkan beberapa halaman buku yang akan diterjemahkan, kemudian diperiksa, bila perlu dengan bantuan orang yang menguasai pokok masalah yang diterjemahkan. Lebih baik membayar hasil uji coba penerjemahan ini, daripada setelah seluruh buku diterjemahkan, baru diketahui hasil terjemahannya buruk.

Biasanya penerjemah dibayar berupa honoranum penerjemahan, Udak mendapatkan royalti dari hasil penjualan buku. Honorarium itu didasarkan pada jumlah halaman hasil terjemahan, dengan tarif perhalaman berbeda antara satu penerbit dengan yang lain. Bergantung pada tingkat kesulitan subyeknya, kesulitan bahasa asingnya, mutu hasil terjemahannya, dan kemampuan penerbit yang akan menerbitkan buku terjemahan. Memang penerbit perlu membayarkan honorarium (sekali bayar) cukup besar, namun mungkin lebih kecil dibandingkan dengan royalti yang harus dibayarkan kepada pengarang naskah asli. Apa lagi bila buku terjemahan itu nantinya laku keras, atau dipesan Proyek Inpres misalnya.

Biaya penerjemahan ditanggung oleh penerbit yang akan menerbitkan terjemahan. Akan tetapi, mungkin juga bila subjek bukunya khusus, dapat dicari bantuan dari pihak lain. Dapat lembaga pemerintah, perusahaan, lembaga masyarakat dan sebagainya. Kabamya Badan Pertimbangan Pengembangan Buku Nasional dapat juga membantu biaya penerjemahan buku, meskipun masih dalam jumlah terbatas. Beberapa belas tahun yang lalu Direktorat Pendidikan Tinggi mengadakan proyek penerjemahan buku-buku teks perguruan tinggi. Penerjemah dibayar oleh proyek tersebut, sedang penerbitan hasil terjemahannya ditawarkan kepada penerbit swasta.

Mudah Mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran singkat bahwa penerjemahan buku asing memang merupakan salah satu pilihan di bidang penerbitan buku, untuk mengembangkan bisnis perbukuan, meningkatkan minat baca masyarakat, dan mencerdaskan bangsa, seperti sering diungkapkan oleh berbagai pihak.***

Dadi Pakar Editor, Penerjemah, Pengajar Program D3 Editing, Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Jl. Babakan Jeruk IIID No. 24, Tel. 022.213016, Bandung 40163
Yayasan Adi Sarana Pustaka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>