Mr Midnight 08: Dokter Gigi Gila – Pembajakan Di Kebun Binatang

(1 customer review)

Teror #1: Setelah Yi Shuo dan teman-temannya mendatangi dokter gigi sekolah, suara-suara aneh keluar dari mulut mereka. Apa yang sudah dilakukan Dr. Dredd, Dokter Gigi Gila yang misterius itu kepada mereka?

Teror #2: Saat Nicholas Liao pergi ke kebun binatang, dia menemukan semua hewan disana telah hilang dan phantom jahat telah mengambil alih kebun binatang itu. Kalian akan berteriak ketakutan di setiap halaman Pembajakan Di Kebun Binatang.

Rp18,900.00

Book Details

Pages

154 Halaman

Publisher

Genera Publishing

Language

Indonesia

Released

2012

ISBN

978-602-9395-07-5

Contributor

Dwiaty Noer Sofian (Penerjemah), Anisa Ami (Editor), D.A. Muharam (Layouter), Mangosteen Designs (Desain)

About The Author

James Lee

James Lee

Jim Aitchison (lahir 1947), lebih dikenal dengan nama pena James Lee, adalah seorang penulis Australia. Lahir di Australia. Aitchison tinggal di Singapura sebagai penduduk tetap di sana sejak tahun 1983 hingga 2010. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Aitchison adalah pengisi suara, dan direktur kreatif biro iklan. Dia juga menerbitkan buku tentang bisnis dan periklanan.

“Buka mulutnya lebar-lebar dan bilang ‘Ahhhhhh….'” Aku gemetaran karena takut saat menatap dokter gigi itu. Yang terlihat hanya sepasang mata besar di atas masker, dan keduanya tampak nyaris melompat dari tempatnya saat dokter itu menatapku.
Dokter gigi sekolahku yang biasa berpraktik, hari ini sedang absen. Dan, dokter gigi yang baru ini bertubuh tinggi kurus seperti sapu, dan dia memiliki mata yang menonjol keluar seperti kelereng. Aku ingin sekali menarik masker untuk menutupi kedua matanya itu agar aku tidak usah melihatnya! Dia meraba-raba ke dalam mulutku dan jari-jarinya terasa sedingin daging. Hoek!
Namaku Lee Yi Shuo. Aku bersama teman- temanku, Wenhan, Desment, dan Candice, akan menambal gigi kami. Kami sama-sama berumur 12 tahun, dan kami satu kelas. Wajah Candice sangat mirip dengan Britney Spears, tapi ada sesuatu yang berbeda. Tetapi, tetap saja wajahnya lumayan untuk ukuran anak “perempuan.
Kami meninggalkan kelas dan pergi ke klinik dokter gigi. Ruangan klinik itu berwarna putih. Putih seharusnya melambangkan kebersihan. Tapi tempat ini terkesan mengerikan. Warna putih di ruangan ini melambangkan warna HANTU dari orang-orang yang pernah dirawatnya.
Kursi besar dan menakutkan milik dokter gigi itu terletak di tengah-tengah ruangan klinik, dan sebuah lampu bulat besar menggantung di atas korbannya — maaf, maksudku pasiennya. Semua senjatanya yang menakutkan tersebar di atas sebuah baki. Ada alat- alat untuk mencongkel, alat-alat untuk menggarut, dan sebuah cermin mungil berbentuk bulat konyol yang dia sodokkan ke segala arah untuk melihat keadaan gigi-gigi kami.
Aku tidak tahu kenapa kita semua harus punya gigi. Maksudku, kenapa kita tidak terlahir dengan gigi yang PERMANEN daripada gigi-gigi yang bisa rusak? Itu akan menyelesaikan semua masalah kita, dan planet Bumi kita ini tidak akan memerlukan dokter gigi lagi.
“Silakan masuk, Anak-Anak,” ujar sapu berjas putih itu. “Saya Dr. Dredd .”
Bahkan namanya menimbulkan gelenyar dingin di sepanjang punggungku!
Candice menatap ke sekeliling. “Klinik ini tidak ada perawatnya, ya?” ucapnya berbisik.
“Aku yakin dokter itu pasti telah menangkap dan menyekapnya ke’ dalam lemari,” canda Desment dalam suara yang menakutkan. “Siapa yang maju pertama?”
“Wanita duluan,” aku tersenyum manis pada Candice dan mendorongnya ke arah kursi menakutkan itu.
“Oh, tidak,” dia balik tersenyum tak kalah manisnya. “Menurutku anak laki-laki yang harus duluan untuk memperlihatkan padaku sebesar apa keberanian yang mereka punya. Silakan, Wenhan.”
Wajah Wenhan berubah pucat, seputih jas dokter gigi itu.
“T-t-tidak,” ujarnya tegas, memutar otak agar bisa mengelak. “Kita bergiliran sesuai urutan abjad. Jadi, Desment, kau yang duluan.”
Desment meremas perutnya. “Aku harus ke toilet dulu,” erangnya. “Yi Shuo, kau saja yang duluan.”
Dr. Dredd mendengus dengan hidungbengkoknya. “Ya, Yi Shuo, kemarilah dan duduk di kursiku yang nyaman agar aku bisa memeriksa keadaan gigimu.”
“Tunggu saja sampai aku punya gigi seperti gigi pamanku,” ujarku pada dokter itu. “Dia bisa mencopot gigi-giginya dan memberikannya padamu. Jadi, meskipun dia ada di tempat lain, kau bisa tetap mengebornya.”
“Kau tidak bisa mengebor gigi palsu,” bisik Candice kesal. “Dan berhenti menakutiku.”
Dan, jadilah aku yang duluan menghampiri kursi penyiksaan itu. Dr. Dredd menyelipkan sebuah kain putih di sekeliling leherku. Jari-jarinya tampak sangat kurus. Mungkin dia tidak pernah makan. Mungkin menurutnya, kalau dia makan sesuatu, giginya akan bolong seperti orang-orang dan membuatnya harus pergi ke dokter gigi!
Dia mengambil sebuah pengorek kecilnya yang terbuat dari logam, juga cermin bergagang panjang dan mengucapkan kata-katanya yang tersohor: “Buka mulutnya lebar-lebar dan bilang ‘Ahhhhhh….'”
Saat aku melakukannya, dia langsung memasukkan pengorek logamnya ke dalam mulutku, memeriksa ke segala arah, dan mencari-cari kesempatan untuk menciptakan rasa nyeri.
“Oh, lihat, ada apa di sana?” Dr. Dredd menggarut salah satu gigiku dan aku bergidik.
“Tidak usah repot-repot,” gumamku. “Kita bisa mengobatinya lain kali.”
Mata Dr. Dredd berbinar kegirangan. “Oh, tidak, kita tidak boleh membiarkannya bolong juga, kan?
Hanya sebuah tambalan menyenangkan dan gigi itu akan tampak seperti baru.”
Dan terjadilah! Kepala dokter itu tiba-tiba berputar saat mencari alat bornya. Badannya sama sekali tidak bergerak — HANYA KEPALANYA! Kepalanya berputar begitu saja, lalu berbalik kembali.
Aku hampir saja pingsan. Aku mendengar teman- temanku menahan napas mereka.
DIA BUKAN MANUSIA, YA?
Maksudku, hanya boneka-ventrilotjuist yang bisa melakukannya! Atau orang-orang yang ada di kartun!
Tidak ada manusia yang bisa melakukan hal seperti itu dengan kepalanya — BAHKAN SEORANG DOKTER GIGI SEKALIPUN!
“B-b-bagaimana kau bisa melakukannya?” Candice bertanya dari kursinya di pojok.
Kepalanya kembali berputar. Kali ini, sebuah putaran penuh di ujung lehernya, mencari seseorang yang bertanya, TAPI BADANNYA MASIH MENGHADAP KE ARAHKU!
Aku ingin berteriak! Sepertinya aku akan mati!
Maksudku, kalau dia bisa memutarkan kepalanya seperti itu, lantas apa yang bisa dia dilakukan dengan JARI-JARINYA?

1 review for Mr Midnight 08: Dokter Gigi Gila – Pembajakan Di Kebun Binatang

  1. Ikapi Jabar

    Dokter gigi ada-ada aja, ada ga yah kenyataannya yang serem gini…

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *